Sabtu, 19 Juni 2010

SEKS BEBAS DI KALANGAN REMAJA ???

Menonton infotainment kemarin pagi, bergidik mendengar artis remaja perempuan yang akan dipenjara karena suatu kasus, ternyata hamil pula di luar nikah, sudah dua bulan. Tidak ada konfirmasi siapa ayah dari si jabang bayi.

Remaja dengan segala perubahan dan fakta-fakta remaja lainnya seperti juga pernah diungkapkan pada artikel sebelumnya (Remaja dan Seks) memang selalu menarik untuk dibahas.

Fakta artis tersebut hanyalah tontonan yang tampaknya sudah menjadi sangat biasa kita santap sehari-hari. Data terburuk lain mengungkap fakta yang tidak kalah mirisnya, remaja bahkan rela melakukan aborsi ketika kehamilan menjadi tidak diinginkan : 700 ribu remaja Indonesia setiap tahunnya melakukan aborsi. Padahal tindakan aborsi pun beresiko menjadi kematian.

Akibat-akibat lain dari seks bebas di kalangan remaja ini pun berbagai macam, terkena HIV/AIDS, PMS (Penyakit Menular Seksual), KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga aborsi (seperti yang disebutkan tadi) yang dapat menyebabkan cacat permanen atau berujung pada kematian.

Akibat psikologis yang seringkali terlupakan ketika melakukan hal ini sebenarnya adalah: RASA BERSALAH, MARAH, SEDIH, SESAL, MALU, KESEPIAN, TIDAK PUNYA BANTUAN, BINGUNG, STRES, BENCI DIRI SENDIRI, BENCI ORANG YANG TERLIBAT, TAKUT TIDAK JELAS, INSOMNIA, KEHILANGAN PERCAYA DIRI, GANGGUAN MAKAN, KEHILANGAN KONSENTRASI, DEPRESI, BERDUKA, TIDAK PUNYA PENGHARAPAN, CEMAS, TIDAK MEMAAFKAN DIRI SENDIRI, TAKUT HUKUMAN TUHAN, MIMPI BURUK, MERASA HAMPA, HALUSINASI, SULIT MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN.

Lalu berikut beberapa alasan kenapa hal ini bisa terjadi :

1. TIDAK BISA MENGATAKAN ‘TIDAK’:

- Biasanya karena merasa takut diputus hubungan oleh pacarnya. Cara untuk mempertahankan hubungan tersebut. Padahal biasanya, sehabis itu pacar akan lari juga.

- Pacar sudah membujuk rayu sedemikian rupa, sampai akhirnya tidak bisa menolak. Habis itu, siapa yang akan bertanggung jawab ya?

- Biasanya dijadikan alasan sebagai pembuktian cinta. Sebenarnya kalau benar-benar cinta, akan menjaga supaya hubungan seks dilakukan setelah menikah.

2. MERASA BUKAN ANAK GAUL

Dengan pernah melakukan seks, dianggap ‘Gaul’. Salah besar padahal. Akan tetapi, banyak remaja yang punya konsep diri rendah tetap melakukannya supaya dianggap ‘Gaul’.

3. BISNIS

Prostitusi semakin merebak, sekedar iming-iming Blackberry dapat membuat remaja melakukannya loh! Di beberapa daerah, remaja juga dijadikan alat bisnis oleh orang tuanya atau juga karena masalah kemiskinan.

4. NILAI AGAMA YANG BERKURANG

Kalau dulu sih, pegangan tangan lawan jenis saja, kayaknya tabu sekali. Agama yang dijadikan alasan. Katanya secara agama tidak boleh. Tapi, sekarang mungkin sudah biasa yah? Ajarannya sih masih sama, akan tetapi nilai-nilainya mungkin sudah mulai bergeser kali tampaknya…

5. TAYANGAN TV

Wah, ini jangan ditanya deh. Dicekokin tiap hari dengan tayangan sinetron, infotainment, film, dll. Apa tidak rusak jadinya? Minimal membuat remaja ada keinginan ingin mencoba? Hm…jangan sampai kejadian deh ya...

6. GAYA HIDUP

Nah, akhirnya ada beberapa orang malah sudah menjalaninya sebagai gaya hidup. Sudah biasa saja. Ckckck…

Akan tetapi, penulis yakin dan optimis, masih banyak remaja yang mempunyai sikap dan prinsip yang kuat dengan rumus ini :

PACARAN + CINTA = PERNIKAHAN, baru kemudian SEKS

Sekedar berkaca dari remaja di Dumpit Tangerang ketika penulis melakukan penyuluhan di sana di akhir bulan lalu. Mereka adalah remaja yang mempunyai sikap dan konsep diri yang baik. Remaja-remaja dari kalangan bawah tersebut, meskipun seringkali terpaksa bekerja untuk membantu orang tua mereka, tetap punya prinsip untuk tidak melakukan seks pranikah. Mereka tahu bahwa mereka akan berkata ‘TIDAK’ dan belajar menghargai diri mereka sendiri.

Bagaimanapun, pendidikan seks tetap perlu dilakukan agar hal ini tidak terjadi lagi. Lagi-lagi, ini PR siapa ya? Orang tua, guru, atau remajanya sendiri?

Yang pasti : REMAJA TETAP PUNYA MASA DEPAN!

(Wah, penulis jadi bersemangat sekali nih… Maunya sih tidak melihat lagi tayangan seperti kemarin pagi… Cayo remaja Indonesia…)

Minggu, 13 Juni 2010

Sony Ericsson Vivaz Pro
"Review Sony Ericsson Vivaz Pro"
Ditulis oleh Saifuddin pada 12 Juni 2010
Sumber: Kassa9
Spesifikasi
Review
Galeri Foto
1. Perkenalan

Perkenalan

Sony Ericsson Vivaz memang sedang naik daun saat ini, penjualannya pun terbilang laris manis dipasaran global. Akan tetapi beberapa kalangan menyayangkan absennya keyboard QWERTY pada handphone keluaran Sony Ericsson ini, namun anda tidak perlu kecewa lagi, karena sebentar lagi Sony Ericsson akan melaunching secara resmi Sony Ericsson Vivaz Pro yang mana adalah versi penambahan keyboard dari Sony Ericsson Vivaz yang dilaunching bulan lalu. Sebelum anda membeli handphone yang satu ini anda harus terlebih dahulu membaca ulasan kami agar tidak kecewa nantinya. Dibawah ini adalah spesifikasi resmi Sony Ericsson Vivaz Pro.



Spesifikasi resmi :


-Jaringan Quad Band GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
-HSDPA 900 / 2100
-Kamera bereslusi 5.1 megapixel autofokus lengkapi dengan lampu flash LED
-Perekaman video “High Definition” beresolusi 720 x 1280 pixel (720p)
-Layar sentuh TFT 3.2 inci resistif 16M juta warna beresolusi 360 x 640 pixel
-OS Symbian S60 dengan tampilan versi 5
-Radio FM stereo dengan dukungan RDS
-Slot hot-swap microSD
-GPRS/EGDE kelas 32
-Browser dengan dukungan flash
-Wi-Fi dan Bluetooth stereo versi 2.1 (A2DP)
-Sensor Akselerometer
-GPS dengan software navigasi Wisepilot dan Google Maps
-Radio FM stereo
-Track ID
-Slot microSD (sudah termasuk microSD sebesar 8GB)
-Prosesor 720 MHz serta kartu grafik PowerVR SGX

Kelemahan :


-Penurunan resolusi kamera dari 8.1 MP menjadi 5.1 MP
-Lensa kamera tidak dilengkapi dengan penutup lensa


Walaupun terjadi beberapa peningkatan seperti adanya keyboard QWERTY dan layar sentuh yang lebih sensitif, namun juga terdapat beberapa penurunan seperti resolusi kamera contohnya. Ikut terus ulasan kami sebelum anda memutuskan untuk membeli Sony Ericsson Vivaz Pro, kami tidak ingin anda kecewa setelah anda membelinya. Bukalan halaman selanjutnya untuk mengetahui aksesoris apa yang terdapat didalam kotak penjualan.

Halaman 1 dari 8 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . 7 . 8 . |

TEKHNOLOGI & KOMUNIKASI

TEKHNOLOGI & KOMUNIKASI

“Nokia C7″ Bocor, Berkamera 8MP dan Full Layar Sentuh

By saifuddin On Saturday, 12 June 2010 18:26


Nokia C7 - GSMArena

Nokia C7 - GSMArena

Beberapa buah foto yang disebut-sebut adalah ponsel baru Nokia yaitu “Nokia C7″ bocor di internet. Dikutip BeritaHP.Com dari GSMArena, Sabtu (12/06/2010), Nokia C7 adalah ponsel pertama Nokia dengan full layar sentuh yang memiliki kamera 8 megapiksel.

Disebut – sebut Nokia C7 akan menutup kesenjangan antara sekelompok vendor ponsel yang saat ini kebanyakan mengusung kamera 5 megapiksel dan Nokia N8 yang berkamera 12MP. Kamera Nokia C7 dilengkapi dengan dual LED flash. Selain itu, ponsel ini juga memiliki speaker stereo.

Menurut orang-orang yang mengirimkan foto tersebut, C7 berjalan pada sistem operasi Symbian S60 Edisi 5. Agak aneh memang, mengingat Nokia N8 saja yang telah resmi dimumkan beberapa waktu yang lalu hanya memakai sistem operasi s60 edisi 3. Padahal disebutkan symbian yang terbaru adalah Symbian s60 edisi 3.

Nokia C7 - GSMArena

Nokia C7 - GSMArena

Selain kamera utama yang 8 megapiksel, ponsel ini juga memiliki sebuah kamera sekunder yang terletak tepat di atas layar. Juga terdapat jack audio 3.5mm pada sisi atas. Layar nya sendiri tampaknya dikelilingi oleh bingkai metalik.

Belum diketahui pasti spesifikasi yang lebih lengkap ponsel ini. Kita tunggu saja Nokia mengumumkannya secara resmi. Sayangnya, belum diketahui kapan ponsel ini akan resmi diumumkan oleh pihak Nokia.

Senin, 07 Juni 2010

KESEHATAN REPRODUKSI

10 Mitos Seks Wanita

Seks.jpg
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

Seksualitas pada wanita menjadi bahan perdebatan, tak terkecuali mitos-mitosnya. Ketahui pasti idan kupas faktanya, yuk!

Mitos: Gairah seks wanita lebih kecil
Fakta: Tidak benar, kalaupun iya, ini hanya terjadi pada wanita yang menderita disfungsi seksual

Tidak bergairah terhadap seks merupakan salah satu gejala disfungsi seksual. Gejala lain adalah tidak mampu mencapai orgasme, dan rasa sakit saat berhubungan intim. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa mengurangi atau menurunkan gairah seks wanita. Yang jelas, sepanjang wanita sehat, maka gairah seksualnya akan sama seperti pada pria, kok. Barangkali yang berbeda adalah caranya. Pria lebih terbuka mengungkapkan perasaan dan keinginannya, sementara wanita lebih tertutup dan cenderung menunggu.

Mitos: Seks tidak penting!
Fakta: Meski bukan yang utama, seks masuk hitungan prioritas

Seks tidak penting? Tidak sepenuhnya benar. Yang jelas, seks juga termasuk salah satu prioritas wanita, meskipun bukan yang paling utama. Buat wanita, seks bukanlah segalanya, apalagi dalam konteks hubungan suami-istri. Wanita cenderung memberi perhatian lebih banyak kepada hal-hal yang berkaitan dengan rasa nyaman, kecocokan, dan kelancaran komunikasi suami-istri. Jadi, seks tetap penting, namun masih banyak juga hal lain yang juga harus diberi perhatian.

Mitos: Orgasme = G-spot
Fakta: Orgasme tak selalu terjadi karena G-spot

Memang benar, setiap wanita memiliki G-spot (Grafenberg Spot). Dan sudah banyak diketahui bahwa G-spot merupakan pusat rangsangan seksual pada vagina. Namun, tidak selalu G-spot itu bisa membuat wanita memperoleh orgasme. Jadi, jangan menjai G-spot sebagai satu-satunya harapan untuk memperoleh kenikmatan. Masih banyak jalan lain ke Roma, masih banyak cara supaya bisa memperoleh kepuasan hubungan suami-istri. Misalnya, melalui foreplay yang intens, sentuhan, komunikasi selama hubungan intim, dan sebagainya.

Mitos: Wanita enggan membicarakan seks karena tabu
Fakta: Sebagian besar wanita justru lebih sering membicarakan seks daripada pria

Ngomongin seks? Tabu ah! Tidak benar juga. Bahkan, menurut penelitian sebagian besar wanita terbukti lebih sering membincangkan seks di antara mereka ketimbang kaum pria. Topik-topik yang disukai wanita antara lain, soal penampilan lawan jenis, penyakit menular seksual, rangsangan seksual, dan kontrasepsi yang tepat. Topik lain yang juga menjadi minat wanita adalah soal pengalaman berkencan dan indahnya hubungan yang romantis. Sementara kaum pria lebih suka membicarakan persoalan seks secara umum. Namun, tentu ada juga wanita yang tidak suka membicarakan seks.

Mitos: Wanita etnis tertentu seksnya hebat
Fakta: Salah! Secara fisik, tidak ada perbedaan pada vagina karena berbeda etnis

Banyak mitos seputar kehebatan seputar kehebatan seksual wanita dari etnis tertentu yang beredar luas di masyarakat, dan ini jelas tidak benar. Mitos itu diantaranya menyebutkan adanya perbedaan vagina dari etnis tertentu, yang membuat aktivitas seksualnya berbeda ketimbang wanita dari etnis lain. Secara fisik, jelas tidak ada perbedaan pada vagina berdasarkan etnis. Kalaupun terjadi perbedaaan aktivitas seksual, bisa jadi itu dipengaruhi oleh nilai dan budaya etnis tersebut.

Mitos: Berfantasi dengan pria lain saat berhubungan seksual, wanita tidak setia
Fakta: Wanita tetap setia, membayangkan pria lain hanyalah untuk menaikkan gairah seksual saja

Memang secara umum, wanita tidak biasa memiliki fantasi seks dengan pria lain. Namun, tidak semua wanita dapat menerima kondisi 100 persen pasangannya. Berfantasi dengan pria lain sebenarnya hanya untuk membuatnya lebih bergairah, sehingga ia tetap setia.

Mitos: Vagina kering lebih oke
Fakta: Vagina kering membuat perempuan tidak nyaman melakukan hubungan intim

Justru vagina yang kering selama hubungan intim bisa membuat wanita merasa sakit dan tidak nyaman. Secara alamiah, vagina akan mengeluarkan cairan. Cairan inilah yang menjadikan vagina basah selama proses hubungan seks. Vagina kering justru mengindikasikan bahwa wanita belum siap untuk melakukan hubungan intim. Mitos ini sangat kuat pengaruhnya, sehingga kemudian muncul produk-produk jamu dan kesehatan yang menawarkan jaminan vagina akan tetap kering.

Mitos: Orgasme lewat penetrasi penis
Fakta: Perempuan lebih sering mendapat orgasme lewat alternatif lain

Hasil penelitian menunjukkan, hanya sedikit persentase wanita yang sering mengalami orgasme melalui penetrasi penis ke vagina. Sisanya, wanita lebih sering memperoleh orgasme melalui hal-hal lain di luar penetrasi penis. Misalnya, sentuhan pada klitoris, foreplay yang intens, dan sebagainya.

Mitos: Penis panjang menjadi jaminan
Fakta: Ukuran tak selalu menjadi jaminan kepuasan

Ini mitos yang sangat sering kita dengar dan sama sekali tidak benar. Jika menyangkut dimensi, maka fakta yang muncul adalah penis yang besar lebih bisa memberi kepuasan ketimbang penis yang panjang. Dengan kelebarannya. Maka penis akan bisa memberi stimulasi di bagian dinding mulut vagina, yang merupakan bagian sensitif pemicu kenikmatan (lokasi G-spot terletak sekitar 4 cm dari mulut vagina). Apalagi, kedalaman vagina juga sangat terbatas. Fakta lain, banyak wanita yang memperoleh orgasme bukan hanya karena penetrasi penis. Jadi, lupakan soal ukuran!

Mitos: Nggak doyan film biru
Fakta: Wanita bisa-bisa saja suka film biru

Salah. Survei tahun 2006 yang dilakukan sebuah universitas terkemuka di AS menunjukkan bahwa aktivitas saraf-saraf otak pada pria dan wanita yang menonton film biru ternyata sama. Artinya, wanita pun menyukai film biru, sepanjang itu demi kepuasan hubungan intim dengan pasangan.